Saturday, March 14, 2015

Menutupi perbedaan upah: Apa yang bekerja? | Closing the pay gap: What works?

Judul Panel : Menutupi perbedaan upah, apa yang bekerja? | Closing the pay gap: What works?
Waktu         : Sabtu, 14 Maret, 2015, pukul 08.30 - 10.00
Organisasi   : Pacific Women's Watch (New Zealand)


Dr. Judy McGregor, Dr. Jackie Blue, Awhimai Reynolds, and Sylvia Bell menyanyikan satu lagu asal New Zealand
Isu tentang perbedaan upah antara laki-laki dan perempuan sudah lama menjadi perdebatan terutama jika dikaitkan dengan hak asasi manusia dan keadilan. Dr. Judy McGregor, Dr. Jackie Blue, Awhimai Reynolds, and Sylvia Bell dari organisasi Pacific Women’s Watch, New Zealand mempresentasikan pandangan dan hasil kerja terkait dengan isu perbedaan upah antara laki-laki dan perempuan dalam jenis pekerjaan yang sama.

Menurut Dr. Jackie Blue, untuk menyelesaikan isu perbedaan upah, mencari kebijakan yang sesuai saja tidak cukup, tetapi juga perlu memperhatikan bagaimana sebuah kebijakan diterapkan. Masyarakat bisa memonitor apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah dan kemudian merefleksikan sejauh mana kebijakan yang telah dilakukan pemerintah berdampak terhadap upah kerja yang diterima setiap hari atau bulan. Selain itu, pendekatan secara legislasi, mengevaluasi kebijakan serta melakukan pendekatan pada politisi-politisi laki-laki bisa menajdi jalan dalam memperkecil perbedaan upah ini.

Dalam presentasi ini, peserta yang hadir diminta untuk berbagi cerita tentang perbedaan upah yang terjadi di negara masing-masing. Satu peserta dari Amerika bercerita tentang perbedaan upah berdasarkan etnis dimana komunitas berkulit hitam, dan Latin mendapatkan upah yang berbeda. Menurut peraturan, upah minimum seharusnya $7.8 per jam, namun dalam kenyataannya komunitas berkulit hitam dan latino hanya mendapatkan sekitar $4.44 per jam. Kemudian, kasus lainnya diceritakan, mulai dari Swedia, Jerman, dan Korea Selatan, dimana di tiga negara ini perbedaan upah sangat tinggi meskipun pertumubuhan ekonomi negara tersebut secara nasional tinggi.

Presentasi dari Dr. Jackie Blue

Dalam konteks global, Pacific Women’s Watch menyadari bahwa tidak ada negara yang berhasil menutupi perbedaan upah berdasarkan laporan dari World Economic Forum 2014 di 142 negara. Namun, kesetaraan upah dalam satu profesi yang sama merupakan dasar dari keadilan sosial dan hak asasi manusia. Oleh sebab itu, kesetaraan upah harus tetap diperjuangkan, terutama dengan melibatkan perempuan-perempuan muda dengan membuat mereka menyadari tentang hak mereka dan berusaha memaksimalkan keberadaan sosial media.

No comments:

Post a Comment